Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Februari 2015

A Never Die Hero

Setelah sekian lama blog ini tak terurus, hari ini akhirnya menyempatkan diri untuk memasukkan entri baru. Sebuah puisi yang awalnya adikku buat, diperbaiki kakakku, dan akhirnya aku yang melakukan finishing. Selamat membaca... Semoga tulisan ini bermanfaat^^

A Never Die Hero
A teacher is a hero
Without taking some profits
You just like a candle in the dark
We could have an open mind because you always give us knowledge
Our souls can be wide because of your advices
You just like a hero in the earth
You are humble and always make us calm
You just like water in the desert
You just like a light in the middle of the night
We need you
We will not be able to change the world without you
Teacher is a guide
You are a symbol of resurrection
You are a basic for every education
Teachers are heroes
Translation:
Pahlawan yang Tak Pernah Mati
Seorang guru adalah pahlawan
Tanpa pamrih
Engkau bagaikan lilin dalam kegelapan
Kami dapat memiliki pikiran terbuka karena Engkau selalu memberikan ilmu
Jiwa kami bisa luas karena nasihatmu
Engkau bagaikan pahlawan di muka bumi
Engkau rendah hati dan selalu membuat kami tenang
Engkau bagaikan air di gurun pasir
Engkau bagaikan penerang di kegelapan malam
Kami membutuhkanmu
Kami tak akan pernah sanggup mengubah dunia tanpamu
Guru adalah seorang pemandu
Engkau adalah sebuah symbol kebangkitan
Engkau adalah dasar bagi setiap pendidikan 
Guru adalah pahlawan

Senin, 13 Oktober 2014

INDONESIAN GARUDA

By: Firda Hartanti

A hundred kingdoms have come and gone
And still I am
The flowers of a thousand seasons
Have turn to dust
But my colours never change
I am Indonesia
I am the aqua of a thousands islands
I am the emerald of the ocean deep
I am the green of the tropical jungle
I am the blue of the Indonesian sky
I am the fabled bird that lives forever
Flying higher than eagles
Soaring higher than before
I am Garuda
The spirit of Indonesia


Rabu, 17 September 2014

KasihMu

Oleh: Firda Dwi Hartanti
Sejuknya embun di pagi hari
Cerahnya sinar mentari
Hiasan atmosfer di langit senja
Tak seindah alam bawah samudra
Planet bumi menyisakan misteri
Tak seorang pun dapat mengetahui
Tertelungkup batu ke arah kiblat
Setelah badai menerpa selat
Andaikan badai tak pernah menerpa selat
Tak kan batu tertelungkup ke kiblat
Badai tunjukkan misteri yang disisakan
Tak ada yang melebihi kasihMu, TUHAN


Selasa, 03 April 2012

My 18th Birthday... Thank you all :)


~~~~~~~
When I hear the ringing sound of the phone

The sound of their voices
Unable to hide a longing heart
Courageously they called
The sun smiles, the moon smiles
It’s like they’re watching over our love
Feel it with your heart
How much I’m in your heart
Speak with those lips
For a long while
Saying that you’ve come to love me

Though we get angry over little things when we meet
We let go of the anger
I turn around and smile to myself
The birds whisper, the flowers whisper
Looks like they’re jealous of our love Feel it with your heart
How much I’m in your heart
Speak with those lips
For a long while
Saying that you’ve come to love me
The capacity of our love Inside your eyes
The capacity of your love
My love overflows inside you
Feel it with your heart
How much I’m in your heart
Speak with those lips
For a long while
Saying that you’ve come to love me
~~~~~~~

Maybe that song that come in my mind at Tuesday, March 27th 2012. yeah, that's my 18th birthday. I hope someone will accompany me at that day. It's a little bit different with my 17th birthday. I feel something more special in my 17th birthday than in my 18th birthday. In my 17th birthday, many people just like my family, my friends at school, and my other friends that live in long distance from me, give me special memories in my 17th birthday (someone called me in the midnight just to sing "happy birthday song in 17 language", the other one called me and sing "happy birthday song" beautifully, the other one texted me in the half of awake just to give me support to make my life better, and many others). But it's so different this year. Only my family that remember that day. I don't think that all of my friends that last year give me some good memories still remember about my special day. It's just such a dissappointment from me. The people that I think my best friends that always comfort me just disappear like a wind... I think they already forget about me since we already apart after graduation. It's so bad. At that special day, I wish there is someone that still remember about my birthday and said:

~~~~~~~
Do you have a wish, yeah...
Tell me,
ever more
One-sided love, yeah...
This isn't right
You got to have me
Everything in the world
Will help If you so desire for it

Hey What's up
My sweet girl
Oh no
With a tender feeling
In the sky
The two of us above the clouds
Our hands locked in promise
Oh I love you

It hurts so much, doesn't it
Knowing by yourself
In this spacious world
The feeling that
I just fell off I was happy even just with looking
With a heart that couldn't date you
Staying up all night, sobbing
I want to confess
I just wanted to be loved
All things I've wanted and hoped for
~~~~~~~

And I think it'll just be an imagination in my mind. LOL
Over all, I still thanks to God that blessed me and still give me a chance to make my life better than before. I also thanks to my entire family that always support me in the way to reach my success. Thanks for all my friends that ever acompany me in the half of my life... Thanks all, although I celebrate my 18th birthday by myself (because I live far from my family), I still happy that I ever have friends like you all (namely: Sabrine from Tunisia, Erlina from Palembang, my classmate in accelerated class, and "someone from England that sing happy birthday song in 17 language in my 17th birthday")^^

Kamis, 22 Maret 2012

In My Dream

She comes back she says she’s sorry
The skilled hands that i missed caress my own
The apologetic eyes that look at me, the voice i want to hear
Tenderly telling me not to cry

If i hold you in my arms, you disappear and
The tears flow and my pillow becomes wet
At last i wake up from my sleep
Morning is always like this… mother

I hope i fall asleep forever like this,
I wake up with her presence still…
Although i hope i don’t dream again,
Today too it seems i fall asleep with her presence

She’s smiling it’s really been too long
I’ve missed that expression, she’s my mom isn’t she?
She’s walking away embracing another person
My chest feels like it’s being crushed under a heavy weight

I’m dreaming again, right? Cold sweat runs down me
It hurts to dream of things i hate to even remember
I can’t do anything all day long
We’ll spend time together, right mother?

I hope i fall asleep forever like this
I wake up with her presence still…
Although i hope i don’t dream again,
Today too, it seem i fall asleep with her presence

Everything is becoming cloudy but her image is getting stronger
Like in yesterday’s dream, today she comes to me, now i don’t sleep alone

If i could only see you again today, if you come back again…
If you slept by my side just once more, if it happened once again
I wouldn’t want to wake up
If i could fall asleep…

(Adapted from Super Junior KRY - In My Dream song)

Rabu, 13 April 2011

~PERTENGKARAN PAGI~

Burung pipit bernyanyi membelah sunyi
Menyambut mentari bangun dari mimpi
Rumpur-rumput basah dimandikan embun pagi
Kabut berkumpul bersiap untuk pergi
Dan membuat bulan sabit bersembunyi
Awan pun tersenyum menyambut datangnya pagi
Langit dan bumi pun menyambut dengan riang hati
Namun entah mengapa awan lebih memihak langit
Bumi sedih namun tetap berusaha bangkit
Walaupun melihatnya saja terasa sakit
Bumi tetap berlari menuju bukit
Ingin berdialog dengan langit
Namun perkataan langit membuatnya sakit
Dan terjadilah pertengkaran sengit
Setelah senja membelit
Petir pun akhirnya meniup peluit
Memberikan kartu kuning pada bumi dan langit
Waktu seakan semakin menyempit
Pagi pun telah terhimpit
Berakhirlah pula pertengkaran sengit
Dengan damai yang menyembuhkan sakit

Oleh: Firda Hartanti

Sabtu, 02 April 2011

Banjir... Banjir...!!!


Banjir adalah peristiwa tahunan yang harus dialami oleh sebagian besar warga Jakarta. Hampir tiap tahun volume air yang menggenangi ibu kota ini selalu bertambah. Banjir di awal tahun 2007 disinyalir lebih parah daripada tahun 2002. Semestinya musibah ini tidak perlu terjadi apabila manajemen bencana dikelola secara serius dan efektif.
Secara historis kita dapat belajar dari Belanda. Negeri yang pernah menjajah Indonesia ini disebut “The Netherlands” yang berarti ‘tanah-tanah di bawah permukaan laut’. Negara itu di bawah permukaan Laut Utara dan hampir seluruh wilayahnya merupakan dataran rendah. Di beberapa wilayah negeri ini ada yang ketinggian tanahnya 5 meter bahkan 6,6 meter di bawah permukaan laut. Jika tidak ada tanggul-tanggul dan bukit-bukit di pesisir, sekitar 38 persen areal negeri ini akan tergenang air. Ratusan kanal dibangun untuk mengeluarkan air dari daerah lalu dipompa ke laut. Mesin pompa air digerakkan dengan teknologi kincir angin, memanfaatkan angin kuat di daerah pantai. Sejak abad ke-19, mesin uap dan listrik menggantikan fungsi kincir angin. Tanggal 1 Februari 1953, badai dahsyat menghancurkan 67 tanggul di Barat Daya Belanda. Banjir besar memporakporandakan daerah seluas 175.000 hektar. Lebih dari 1.800 orang mati tenggelam. Maka, pelaksanaan Proyek Delta dipercepat meliputi peremajaan dan penguatan tanggul, pembangunan empat bendungan raksasa dan pembaharuan sistem pengaturan air. Banyak sekali tanggul dibangun untuk mencegah air laut menggenangi daratan.
Pemerintah negeri seribu tanggul ini begitu serius melawan ancaman banjir yang selalu di hadapan mata. Hasilnya banjir besar tidak terjadi lagi. Dengan bangga orang Belanda berkata, “Tuhan menciptakan bumi, tetapi orang Belanda menciptakan Negeri Belanda”. Di Indonesia banjir terjadi justru karena penggundulan hutan dan ketidakjelasan manajemen bencana. Orang Indonesia baru bisa berkata, “Tuhan menciptakan bumi, tetapi kami menciptakan Indonesia sebagai Negeri Banjir”. Ketinggian tanah rata-rata di Jakarta 7 meter di atas permukaan laut. Dengan ketersediaan teknologi ditambah manajemen bencana yang serius dan efektif, semestinya dampak banjir dari tahun ke tahun terus berkurang.

Puisi
Semua Karena Kesalahan Manusia
Oleh: Firda Hartanti
Alam yang indah di Indonesia
Udara yang sejuk di negara kita
Hutan yang lebat di kota-kota
Alam yang hijau bagaikan Zamrud Khatulistiwa
Kekayaan yang melimpah ini
Adalah hadiah besar dari Tuhan untuk kami
Terima kasih ucapan yang tepat dari kami
Atas kekayaan alam di negara ini
Kekayaan alam yang sungguh indah
Yang dirawat dengan susah payah
Sekarang telah rusak tidak terarah
Karena banyak hutan telah dijarah
Bencana alam telah terjadi di Indonesia
Banyak keluarga hidup menderita
Kita hanya bisa pasrah dan berdoa
Kepada Tuhan Yang Maha Esa
Bencana alam datang silih berganti
Banyak orang pergi mengungsi
Sungguh sedih rasa hati
Melihat kejadian seperti ini
Lalu bagaimana kehidupan kita selanjutnya
Bila bencana terus melanda
Kita tak dapat menyalahkan pemerintah negara
Karena semua adalah kesalahan manusia