Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Juli 2020

Self Motivation 2

Terkadang kita harus berhenti sejenak dari rutinitas untuk memastikan apakah kita masih berjalan sesuai dengan niat awal, apakah kita masih menuju impian, dan apakah kita cukup bahagia dengan semua hal yang sedang diusahakan.

Semua yang kita lakukan, seharusnya bukan hanya untuk menuju kepada kebahagiaan (hanya merasa bahagia saat apa yang diusahakan dengan susah payah telah didapatkan). Tetapi proses menuju kebahagiaan itu juga harus dapat membahagiakan (bisa menikmati dan tidak merasa terbebani oleh segala hal yang kita kerjakan). Pada dasarnya kita selalu kuat menanggung semua hal yang datang. Sedangkan kesedihan terjadi karena semua hal yang datang selalu dijadikan beban. Orang - orang yang kuat adalah mereka yang selalu menemukan syukur dalam kondisi apapun.

Tenangkan jiwamu dan selalu berpikir positif! Ketika Tuhan memasukkan kita ke dalam situasi sulit, belum tentu itu untuk menghukum. Bisa jadi agar kita belajar mengatasi kesulitan dan membantu orang lain yang mungkin memiliki kesulitan yang sama. Atau barangkali hal itu menjadi salah satu jalan terkabulnya doa kita.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Whatever you can do or dream, you can begin it.
Boldness has genius power and magic in it.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Rabu, 01 Oktober 2014

Self Motivation

Sometimes, we feel so down and wanna give up. Sometimes, we feel tired and wanna stop. Sometimes, I feel like that too. But I wanna try to motivated myself and keep moving forward. Now, I wanna share some words to all of you friends, so that you will be motivated just like me. I hope it'll help^^

 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
It was tiring yesterday,
And you sweated today.
But you must keep walking for tomorrow.
Don't try to win praise,
Don't try to win fame,
Don't try to appear strong,
And stop blaming another person.
Just keep moving like a child singing a song
 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
No matter how hard or lonely,
it's only a practice...
I won't fall, I can do it

 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
to be continued...

Sabtu, 20 Oktober 2012

Satu Langkah ke Depan

Sesekali aku mengeluh karena merasa lelah, capek, ingin berhenti, bahkan berpaling dari semua rutinitas yang kujalani. Apakah teman-teman juga merasa demikian??? Namun setelah barusan ditelepon keluarga di rumah (maklum anak kos'an) dan mengutarakan ini dan itu, aku dapat nasehat "gak ada hidup enak tanpa pengorbanan" dan akhirnya terinspirasi buat nulis sepatah - dua patah kalimat di blog untuk sekadar sharing dan memberikan motivasi buat teman-teman agar tidak terhenti sejenak seperti yang kualami sebelumnya. Selamat membaca^^

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Tetaplah bergerak maju, sekalipun lambat. Karena dalam keadaan tetap bergerak, Anda menciptakan kemajuan. Jauh lebih baik bergerak maju, sekalipun pelan, daripada tidak bergerak sama sekali.

Dalam hidup kita sering merasa buntu hanya karena kita ingin mengambil satu langkah yang terlalu besar, langkah raksasa. Akibatnya, masalahkita jadi terlihat besar sekali, kompleks, dan tak terselesaikan. Hasilnya, Anda hanya termenung dan tidak bergerak.

Sabar dan coba mundur sebentar. Perhatikan tantangan Anda. Tidakkah lebih memungkinkan bagi Anda untuk mengambil langkah-langkah pendek terus menerus, ketimbang berusaha menelan semua masalah sekaligus. Satu demi satu langkah kecil, asalkan Anda tidak berhenti, hal itu sudah cukup, karena Anda masih memiliki hari esok dan masih ingin bergerak maju, dan bukan berhenti.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Semoga tulisan ini dapat memotivasi kita semua agar kita bisa terus bergerak maju dan berusaha melakukan yang lebih baik untuk hari esok dan seterusnya.^^

Sabtu, 29 September 2012

5 Bola Kehidupan

Entah dapat inspirasi dari mana, yang jelas aku lagi pusing dengan segala hal-hal yang membebani pikiranku dan tiba-tiba kepingin nulis. Walaupun bahasa + isi + kalimatnya kalo aku baca lagi rada gak nyambung, tapi gak tau kenapa aku kepingin berbagi tulisan ini dengan teman-teman... Semoga masih ada hikmah dan inspirasi buat kita semua dari tulisan yang amburadul ini... hehehe... Selamat membaca^^

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
LIMA BOLA KEHIDUPAN

Bayangkan hidup sebagai suatu permainan ketangkasan saat kita harus memainkan keseimbangan 5 buah bola yang dilempar ke udara. Bola-bola tersebut bernama: Pekerjaan, Keluarga, Kesehatan, Teman, dan Spirit, kita harus menjaga agar ke-5 bola ini seimbang di udara.

Kita akan segera mengerti bahwa ternyata "Pekerjaan" hanyalah sebuah bola karet. Jika kita menjatuhkannya maka ia akan dapat memantul kembai. Tetapi empat bola yang lain yaitu Keluarga, Kesehatan, Teman, dan Spirit terbuat dari gelas. Dan jika kita menjatuhkan salah satunya maka ia dapat terluka, tertandai, tergores, rusak, atau bahkan hancur berkeping-keping.

Dan ingatlah mereka tidak akan pernah kembali seperti aslinya. Kita harus benar-benar memahaminya dan berusaha keras untuk menyeimbangkannya. Bagaimana caranya???

Jangan rusak nilai kita dengan membandingkannya dengan nilai orang lain. Perbedaan yang ada, diciptakan untuk membuat masing-masing diri kita spesial.

Jangan menganggap remeh sesuatu yang dekat di hati kita, melekatlah padanya seakan-akan ia adalah bagian yang membuat kita hidup, jika tanpanya, hidup menjadi kurang berarti. Jangan biarkan hidup kita terpuruk di 'masa lampau' atau dalam mimpi masa depan. Satu hari hidup pada suatu waktu berarti hidup untuk seluruh waktu hidupmu.

Jangan menyerah ketika masih ada sesuatu yang dapat kita berikan Tidak ada yang benar-benar kalah sampai kita berhenti berusaha.

 Janganlah takut mengakui bahwa diri kita tidklah sempurna. Ketidaksempurnaan inilah yang merupakan sulaman benang rapuh untuk mengikat kita satu sama lain.

Jangan takut menghadapi risiko. Anggaplah risiko sebagai kesempatan kita untuk belajar bagaimana menjadi berani.

Jangan berusaha untuk mengunci cinta dalam hidupmu dengan berkata "tidak mungkin saya temukan". Cara tercepat untuk mendapatkan cinta adalah dengan memberinya, cara tercepat kehilangan cinta adalah dengan menggenggamnya sekencang-kencangnya, dan cara terbaik untuk menjaga agar cinta tetap tumbuh adalah dengan memberinya 'sayap'. Jangan lupa bahwa kebutuhan emosi terbesar dari seseorang adalah kebutuhan untuk merasa dihargai.

Jangan takut untuk belajar sesuatu. Ilmu pengetahuan adalah harta karun yang selalu dapat kita bawa kemanapun tanpa membebani. Dan akhirnya: MASA LALU adalah SEJARAH, MASA DEPAN merupakan MISTERI, dan SAAT INI adalah KARUNIA. Itulah mengapa dalam bahasa Inggris "SAAT INI" disebut "the present".

Free your heart from hatred

Free your mind from worries

Live simply

Give more

Expect less

Senin, 03 September 2012

Kata Bijak Hari Ini

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Hadiah Terbaik


Kepada kawan - Kesetiaan
Kepada musuh - Kemaafan
Kepada ketua - Khidmat
Kepada yang tua - Hargai budi mereka dan kesetiaan
Kepada yang muda - Contoh terbaik
Kepada pasangan - Cinta dan Kasih sayang
Kepada manusia - Kebebasan
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Atasilah satu kesulitan maka Anda akan terhindar dari ratusan kesulitan yang lain
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Tidak pernah ada orang yang menjadi besar karena menjiplak orang lain
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Anda tidak akan dapat mengendalikan perbuatan orang lain,
tetapi Anda dapat mengendalikan reaksi mental Anda terhadap perbuatan mereka itu dan itulah yang terpenting bagi Anda
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Selasa, 28 Agustus 2012

Hidup Adalah Pilihan

“Bosan, kecewa, atau menyesal dengan segala yang ada pada kehidupan kita sekarang?” Pertanyaan itu tiba-tiba muncul di pikiranku. Aku sempat merasa kecewa dengan yang telah terjadi beberapa waktu lalu. Namun tiba-tiba muncul pertanyaan kedua, “Bukankah dulu kita sendiri yang memilih kehidupan kita menjadi seperti sekarang?” dan akhirnya aku sadar, sebelum semuanya terjadi, dulu aku sendiri yang memilih untuk menjadi seperti sekarang. Apakah teman-teman semua merasakan hal yang sama sepertiku? Kalau begitu apa yang perlu disesali? Kenapa harus bosan? Dan kenapa harus kecewa? Bukankah kita sendiri yang telah memilih jalan ini?

Oiya, gak tau kenapa aku tiba-tiba kepikiran buat nulis cerita berisi motivasi tentang pertanyaan-pertanyaanku sebelumnya. Judulnya “Hidup Adalah Pilihan”. Mungkin dilihat dari segi judul agak kurang menarik sih... Tapi cerita ini bakal memberikan pencerahan buat kehidupan kita *in my opinion*, tapi semoga bisa benar-benar memberikan pencerahan, renungan, sekaligus motivasi buat kita semua... Selamat membaca^^

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Hidup Adalah Pilihan

Pada suatu ketika, ada dua buah bibit tanaman yang terhampar di sebuah ladang subur. Bibit yang pertama berkata, “Aku ingin tumbuh besar. Aku ingin menjejakkan akarku dalam-dalam di tanah ini dan menjulangkan tunas-tunasku di atas kerasnya tanah ini. Aku ingin membentangkan tunasku untuk menyampaikan salam pada musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari dan kelembutan embun pagi di pucuk daun-daunku.” Dan bibit itu tumbuh, makin lama makin menjulang.

Bibit yang kedua bergumam. “Aku takut. Jika kutanamkan akarku ke dalam tanah ini, aku tak tahu apa yang akan kutemui di bawah sana. Bukankah di sana sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tunasku ke atas, bukankah nanti keindahan tunasku akan hilang? Tunasku ini pasti terkoyak. Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka dan siput-siput mencoba untuk memakannya? Dan pasti jika aku tumbuh dan merekah, semua anak kecil akan berusaha mencabutku dari tanah. Tidak, akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman.” Dan bibit itu pun menunggu, dalam kesendirian.

Beberapa pekan kemudian, seekor ayam mengais tanah itu dan menemukan bibit kedua tadi, lalu memakannya dengan segera

Selesai
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Mungkin cerita ini terlalu singkat dan kurang menarik. Tapi, dari cerita ini kita bisa merenungkan sesuatu kan? Memang, selalu saja ada pilihan dalam kehidupan. Selalu saja ada lakon-lakon yang harus kita jalani. Namun, seringkali kita berada dalam KEPESIMISAN, KENGERIAN, KERAGUAN, dan KEBIMBANGAN yang kita ciptakan sendiri. Kita kerap terbuai dengan berbagai alasan untuk tak mau melangkah, tak mau menatap kehidupan. Karena hidup adalah pilihan, maka hadapilah itu dengan gagah. Dan karena hidup adalah pilihan, maka pilihlah dengan bijak.

Tentu dalam memilih, kita ingin meraih sesuatu yang terbaik semacam keberhasilan atau kemenangan. Dan kemenangan sejati bukanlah kemenangan atas orang lain. Namun, kemenangan atas diri sendiri. Berpacu di jalur keberhasilan diri adalah pertandingan untuk mengalahkan rasa ketakutan, keengganan, keangkuhan, dan semua beban yang menambat diri di garis ‘start’. Jerih payah untuk mengalahkan orang lain sama sekali tak berguna. Motivasi tak semestinya lahir dari rasa iri, dengki, atau dendam. Keberhasilan sejati memberikan kebahagiaan yang tak mungkin diraih lewat niat yang ternoda.

Agak ribet ya bahasanya? Atau malah gak nyambung sama ceritanya? *nulis apaan sih aku ini? Maklum lagi banyak pikiran... hehehe* Aku serahkan ke teman-teman aja lah buat menilai dan memberikan kritik atau saran biar bisa jadi masukan buat tulisanku berikut-berikutnya... hehehe... Terima Kasih^^ 감사합니다

Kamis, 21 Juni 2012

Kata Bijak Hari Ini

*************************************
Saya telah mempelajari kehidupan pria-pria besar dan wanita-wanita terkenal, dan saya menemukan bahwa mereka yang mencapai puncak keberhasilan adalah mereka yang melakukan pekerjaan-pekerjaan yang ada di hadapan mereka dengan segenap tenaga, semangat, dan kerja keras.
(Harry S. Truman)
*************************************
Urusan kita di kehidupan ini bukanlah untuk mendahului orang lain, tetapi untuk melampaui diri kita sendiri, untuk memecahkan rekor diri kita sendiri, dan untuk melampaui hari kemarin dengan hari ini.
(Stuart B. Johnson)
*************************************
Sebagian orang mengatakan bahwa kesempatan hanya datang satu kali, itu tidak benar. Kesempatan itu selalu datang, tetapi Anda harus siap menanggapinya.
(Louis L'amour)
*************************************

Rabu, 20 Juni 2012

WISHDOM OF THE DAY

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Manusia yang paling lemah adalah orang yang tidak mampu mencari teman
Namun yang lebih lemah dari itu ialah orang yang mendapatkan banyak teman tetapi menyia-nyiakannya
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Jika Anda membuat seseorang bahagia hari ini,
Anda juga membuat dia berbahagia dua puluh tahun lagi,
Saat ia mengenang peristiwa hari ini^^
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Sahabat paling baik dari kebenaran adalah waktu,
Musuhnya yang paling besar adalah prasangka,
dan Pengiringnya yang paling setia adalah kerendahan hati :)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Paku

Aku kepingin aktif nulis di blog lagi nih... Tapi daripada bosa-basi nulis gak jelas, aku kepingin nulis motivasi lagi nih... Apa lebih pantes dibilang inspirasi memperbaiki sifat dan sikap ya? hehe *mungkin bagian "memperbaiki sifat dan sikap" cuma khusus buat aku aja... hehe* Kalo lewat cerita lagi, gak bosen kan? Cerita ini sebenarnya terinspirasi dari sebuah postingan teman saya di sebuah grup di jejaring sosial *gak boleh sebut merek... hehe* yang banyak orang gak suka karena kata mereka, kata-katanya "menusuk"... hehehe... Kali ini, judulnya mungkin kurang menarik, tapi semoga pesan di dalam cerita ini bisa tersampaikan dan tersalurkan dengan baik... Selamat membaca^^

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
 PAKU

Pada suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang pemarah. Sebut saja namanya Radit *Bukan nama sebenarnya... hehe*. Untuk mengurangi kebiasaan Radit yang sering dan suka marah, ayahnya memberinya sekantong paku dan menyuruhnya memakukan satu paku ke pagar belakang rumahnya setiap kali dia marah.

Hari pertama, Radit berhasil memakukan 51 paku di pagar belakang rumah *kebayang gak? Sehari marah 51 kali? WOW*. Lalu secara bertahap, jumlah itu semakin berkurang tiap harinya. Ternyata dia mendapati bahwa menahan amarahnya lebih mudah daripada memakukan paku ke pagar.

Akhirnya tibalah hari ketika Radit bisa mengendalikan amarahnya dan tidak mudah kehilangan kesabarannya. Kemudian Radit memberitahukan hal tersebut kepada ayahnya. Dan ayahnya mengusulkan kepadanya untuk mencabuti paku di pagar belakang rumahnya satu per satu ketika dia tidak marah dan bisa mengendalikan emosinya.

Hari demi hari berlalu, dan akhirnya Radit memberitahukan kepada ayahnya bahwa semua paku yang tertancap di pagar telah berhasil dicabut olehnya. Radit terlihat bangga dan bahagia. Lalu sang ayah menuntunnya menuju pagar belakang rumahnya dan berkata, "Hmmm... Kamu telah berhasil dengan baik anakku, tapi lihatlah lubang-lubang di pagar ini. Pagar ini sudah tidak mungkin bisa kembali seperti sebelumnya. Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan, kata-katamu meninggalkan bekas seperti lubang-lubang ini... Di hati orang lain."

"Kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang lalu mencabutnya. Tetapi tidak peduli beberapa kali kamu meminta maaf, luka itu akan tetap ada... Dan luka karena kata-kata, sama buruknya seperti kau menyebabkan luka fisik yang tidak pernah bisa hilang."

THE END
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kira-kira, teman-teman bisa menangkap isinya? Semoga kita bisa menjaga perkataan dan perbuatan kita agar kita tidak meninggalkan "lubang-lubang" di hati orang-orang yang menyayangi kita...^^

Selasa, 19 Juni 2012

Sang Juara

Udah lumayan lama gak posting di blog, jadi agak kagok rasanya mulai nulis lagi... hehehe... Kali ini aku ingin membagi motivasi buat teman-teman yang sekiranya mampir ke blogku. Aku mau berbagi motivasi ini seperti biiasanya, melalui cerita. Sebenernya, cerita ini merupakan kisah yang pernah kualami, tapi sudah tervisualisasikan dengan bahasa dan kondisi / situasi lain yang mungkin akan lebih menarik. Namun intinya tetap sama. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi semua yang membacanya dan motivasi yang saya berikan dapat tersampaikan dengan sempurna *hehehe*... Happy reading^^

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ 
SANG JUARA

Suatu ketika ada seorang anak yang mengikuti lomba mobil balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab hari itu merupakan pertandingan final. Tersisa 4 orang sekarang, mereka memamerkan mobil mainan yang mereka miliki. Semuanya adalah mobil buatan tangan mereka sendiri dan memang begitulah peraturannya.

Ada seorang anak bernama Radit. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Raditlah yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya.

Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip di atasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun Radit bangga dengan semua itu, karena mobil itu buatan tangannya sendiri.

Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. Setiap anak bersiap di garis start untuk mendorong mobil mereka kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil dengan 4 "pembalap" kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah di antaranya.

Namun, sesaat kemudian, Radit meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak sedang berkomat-kamit seperti sedang berdoa. Matanya terpejam dengan tangan tertelungkup memanjatkan doa. Semenit kemudian ia berkata, "Ya, aku siap!"

Dor! *Bunyi mirip suara tembak* Tanda pertandingan telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil pun melaju dengan cepat. Semua orang bersorak sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing. "Ayo...! Ayo...! Cepat...! Cepat...! Maju...!", begitu teriak mereka. Dan tibalah saat penentuan pemenang. Tali lintasan finish pun telah terlambai. Dan pemenangnya adalah Radit. Ya, semuanya senang, begitu pula dengan Radit. Ia berucap, dan berkomat-kamit lagi, "Terima kasih".

Saat pembagian piala juara, Radit maju ke atas panggung dengan bangga. Sebelum piala diserahkan, ketua panitia bertanya, "Hei, Jagoan. Tadi kamu pasti berdoa kepada Tuhan agar kamu menang perlombaan, bukan?" Radit terdiam. "Bukan, bukan itu Pak yang saya panjatkan", kata Radit.

Ia lalu melanjutkan, "Sepertinya tak adil untuk meminta kepada Tuhan agar menolongku mengalahkan orang lain. Aku hanya memohon kepada Tuhan, supaya aku tak menangis, ketika aku kalah." Semua hadirin terdiam mendengar perkataan Radit. Setelah beberapa saat, terdengar gemuruh tepuk tangan memenuhi ruangan.

THE END
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kira-kira, renungan atau motivasi apa yang dapat teman-teman ambil dari cerita ini? Kalau ada kesempatan yang lebih baik, akan aku tuliskan renungan dan motivasi yang seharusnya kita pikirkan. Terima kasih^^

Jumat, 25 Mei 2012

SPIRIT INTEGRALISTIK FTI – ITS

Di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, ada serangkaian pelatihan untuk mahasiswanya. Saat aku masuk di ITS, aku mengikuti berbagai kegiatan yang berkesan. salah satunya adalah LKMM pra-TD. LKMM pra-TD merupakan salah satu kegiatan yang wajib diikuti mahasiswa baru di setiap jurusan. Kegiatan ini diadakan serentak oleh jurusan-jurusan dalam satu fakultas. Tujuannya adalah memberikan pelatihan kepada mahasiswa baru bagaimana cara mengatur waktu, diri, dan apa pun yang berhubungan dengan dirinya agar mahasiswa mampu dan terampil dalam menghadapi masalah-masalah yang ada. Berhubung aku kuliah di jurusan Teknik Kimia, jadi aku mengikuti LKMM pra-TD FTI (Fakultas Teknologi Industri) tahun 2011. Dalam pelatihan ini kita diberikan penugasan, salah satunya membuat esai. Kali ini aku mau berbagi tentang isi esaiku :D
Langsung aja ya...^^ Semoga esai ini bisa menginspirasi kita semua^^


SPIRIT INTEGRALISTIK FTI – ITS
(SOLUTIF, PRESTATIF, INISIATIF, VISIONER, KOMUNIKATIF, TANGGUH INTEGRALISTIK FTI – ITS)
Dalam kehidupan ini, tentulah banyak persoalan yang menghadang perjalanan kita khususnya persoalan menyangkut tentang urusan sebagai mahasiswa FTI - ITS. Agar kita bisa memecahkan beragam persoalan, maka keberadaan pribadi-pribadi solutif yang saling berhimpun dan bekerjasama dalam semangat kebersamaan dan persaudaraan, menjadi sangat strategis. Pribadi solutif adalah pribadi yang mampu memberikan jawaban terhadap segala persoalan yang dihadapi oleh masyarakat. Melalui sinergi pribadi-pribadi solutif inilah, muncul harapan besar bagi perbaikan bangsa ke arah yang lebih baik. 
Sebait ungkapan hati berikut ini merupakan bagian dari sebuah catatan yang pernah terbesit di benakku untuk diungkapkan .
Untuk apa kita berdiri
Jika hanya terdiam
Tak ada yang berubah
Hanya sebuah status mahasiswa yang kita punya
Ilmu apa yang telah kita dapat
Hanya terdiam
Memandang sekitar
Tanpa ada tindakan…
Ini merupakan satu hal yang cukup menarik untuk dikritisi. Alasanya sangat sederhana, apatisme mahasiswa. Saat ini, kebanyakan mahasiswa hanya terfokus dengan tujuan serta kepentingan pribadi mereka seperti tamat dalam waktu singkat dan IPK yang tinggi. Hanya ada beberapa saja di antara mereka yang mempunyai kemauan, kemampuan dan kesungguhan dalam menggeluti organisasi-organisasi, khususnya organisasi mahasiswa. Mayoritas orang berpendapat bahwa mereka (mahasiswa) yang bergelut dengan dunia organisasi kampus akan terkena syndrome tamat dalam waktu lama dan dengan IPK yang tidak begitu memuaskan. Betul tidak?
Sesungguhnya, berkecimpung di dunia organisasi akan memberikan kita manfaat yang luar biasa. Berorganisasi merupakan langkah awal kita untuk belajar bekerja sama, membangun networking (jaringan), mengerti dan memahami, belajar arti kesungguhan, ketulusan serta pengabdian sebelum nantinya memasuki dunia kerja dan meniti karir lebih jauh. Ilmu-ilmu yang dulu hanya kita dapatkan secara teoritis pada mata pelajaran Kewarganegaraan saat masih di bangku sekolah. Nah, disinilah letak kedewasaan dan kearifan kita dalam menyikapi dan memanajemen diri dengan sebaik mungkin antara aktif berorganisasi serta berprestasi baik di bidang akademis maupun non akademis.
Dari hari ke hari, mahasiswa dari belahan dunia lainya juga sedang melakukan percepatan diri yang boleh dikatakan lebih cepat beberapa langkah dari kita. Sebagai seorang mahasiswa, tentu hendaklah kita menggali potensi-potensi positif yang ada pada diri kita agar tidak ketinggalan.
           Sebagai mahasiswa, khususnya mahasiswa FTI – ITS, kita dituntut berperan aktif dalam segala bidang kehidupan. Kita harus bisa memberikan solusi – solusi terhadap segala permasalahan yang muncul dalam perjalanan kita menuju kesuksesan. Kita harus memiliki inisiatif yang baik sehingga tidak menggantungkan diri terus – menerus kepada oang lain. Kita juga dituntut untuk dapat berkomunikasi yang baik kepada orang lain, karena sebagai mahluk sosial, tentulah kita tidak dapat hidup sendiri, terutama pada saat menghadapi dunia pekerjaan nanti, kita akan membutuhkan komunikasi yang baik. Kita juga tidak boleh mudah menyerah dalam menghadapi rintangan yang ada. Kita harus terus semangat, menjadi jiwa yang tangguh. Kita juga harus bisa berpikir visioner. 
Selama ini space of possibility kita cenderung sempit. Kenyataannya memang wilayah realitas selalu lebih sempit dari wilayah imajinasi. Bila space of possibility rendah maka ruang realitas yang dilahirkan pun semakin menyempit. Jadi, penciptaan awal karya-karya itu ada pada imajinasi kita selanjutnya baru direalisasi yang alam sesungguhnya.
Seorang visioner kerjanya selalu dimulakan dari wilayah yang serba mungkin. Dairatul mumkinaat. Seorang visioner adalah orang yang berani mencipta sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Seorang visioner orientasinya pada capaian jauh mendepan. Seorang visioner selalu berfikir dengan gagasan dan karya besarnya. Maka penyebutannyapun tak sekedar sebuah khayalan. Lebih cocok disebut impian. Christine Fald mengatakan, mimpi itu digerakkan oleh spirit untuk mengubah sesuatu keadaan, mengarahkan segala usaha-usahanya untuk mencapai tujuan. Sedang berkhayal lebih pada angan-angan yang tidak berdasar. (Chrintine Fald, 2008).
Hal tersebutlah tuntutan – tuntutan yang harus kita pikul sebagai mahasiswa FTI – ITS demi menyongsong integralistik ITS. Oleh karenanya, di FTI – ITS diadakan pelatihan – pelatihan agar kita dapat mengatasi tuntutan – tuntutan yang ada. Salah satunya adala LKMM pra TD. Oleh karenanya, kita tidak boleh ketinggalan langkah dari mahasiswa lainnya. Menjadi mahasiswa biasa atau mahasiswa luar biasa, jawabannya ada pada diri anda.

Jumat, 23 Maret 2012

REMEMBER!!!

“Grades can get good or get bad, so what? Result can go up or fall down, it’s something that happens. Because everything has a time, so don’t worry. And when you fall down, just try again”^^

(adapted from Suju's "Mr Simple" & Westlife's "Try Again")

Kamis, 22 Maret 2012

Tangis untuk Adikku

Kisah ini (dari "I cried for my brother six times - swaramers) memberiku banyak inspirasi dan motivasi. Aku ingin membaginya kepada teman-teman semua Mungkin bisa menginspirasi dan memotivasi teman-teman juga, khususnya yang mempunyai adik. Kebetulan umurku dan adikku juga terpaut tiga tahun, sama dengan yang ada di kisah ini, namun hanya saja isi kisahnya berbeda... hehe... Langsung saja deh... Selamat membaca^^

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Aku dilahirkan di sebuah desa pegunungan yang terpencil. Orang tuaku petani. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning dengan punggung mereka menghadap langit. Aku mempunyai seorang adik laki-laki yang usianya 3 tahun lebih muda dariku. Dapat kurasakan bahwa ia mencintaiku lebih dari aku mencintainya.

Suatu ketika aku menginginkan sarung tangan seperti gadis-gadis lain yang memilikinya juga. Untuk itu, aku mengambil uang ayahku di lacinya. Ayahku segera menyadari kehilangan. Beliau membuat kami, aku dan adikku, berlutut di depan tembok dengan bilah bambu di tangannya.

“Siapa yang mencuri uang itu?” hardik ayahku. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi dia berkata, “Baiklah jika begitu kalian berdua layak dipukul.”

Ayah mengangkat bilah bambu tinggi-tinggi dan siap memukulkannya kepada kami. Tiba-tiba adikku mencengkeram tangannya dan berkata, “Ayah, aku yang melakukannya.”

Bilah bambu itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marah sehingga dia mencambuki adikku sampai tersengal-sengal kehabisan napas. Sesudahnya, Ayah duduk di sebuah kursi batu dan berkata dengan marah, “Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang. Hal apa lagi yang akan kamu lakukan kelak? Kamu layak dipukul sampai mati. Kamu pencuri tidak tahu malu.”

Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Punggungnya penuh luka. Tapi dia tidak meneteskan air mata sedikit pun. Di tengah malam itu, aku menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, “Kak, jangan menangis. Semuanya sudah terjadi.”

Aku masih selalu membenci diriku yang tidak memiliki keberanian untuk mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tetapi insiden itu masih terasa seperti kemarin. Aku tidak akan pernah lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Saat itu dia berusia 8 dan aku 11.

Ketika adikku menyelesaikan jenjang SMP, dia diterima di SMA di kota kabupaten. Pada saat yang sama, aku diterima masuk Universitas di kota Provinsi. Suatu malam, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Aku mendengarnya berkata berat, “Kedua anak kita begitu baik prestasinya.” Saat yang sama Ibu terlihat menghapus air mata yang mengalir dan menghela napas. “Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?”

Saat itu juga adikku keluar menemui ayah dan berkata, “Ayah, aku tidak mau sekolah lagi. Aku telah cukup dengan membaca buku.”

Ayah mengayunkan tangannya ke wajah adikku, menamparnya. “Mengapa kamu mempunyai jiwa yang 'keparat' lemahnya? Bahkan jika aku harus mengemis di jalanan, aku akan menyekolahkan kalian berdua sampai selesai.” Dan kemudian ia mengetuk setiap rumah di desa itu untuk meminjam uang.

Ku ulurkan tanganku selembut mungkin ke wajah adikku yang membengkak, dan kubilang, “Anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya. Kalau tidak, ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan seperti ini.” Aku, sebaliknya telah memutuskan untuk tidak meneruskan ke Universitas.

Siapa kira keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di bantalku: “Kak, masuk ke Universitas tidak mudah. Aku akan cari kerja dan mengirimimu uang.”

Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku menghilang. Tahun itu, adikku berusia 16. Aku 19.

Dengan uang yang dipinjam ayahku dari seluruh orang desa dan uang hasil adikku dari mengangkut semen di punggungnya di sebuah perusahaan konstruksi, aku akhirnya sampai di tahun ke tiga. Suatu hari, aku sedang belajar di kamar kosku ketika seorang teman masuk dan memberi tahu, “Ada penduduk desa menunggumu di luar.”

Mengapa ada penduduk desa yang mencariku? Aku berjalan keluar. Kulihat adikku dari jauh. Seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. “Mengapa kamu tidak bilang ke temanku kalau kamu adikku?” tanyaku.

Tersenyum, dia menjawab, “Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu aku adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu?”

Aku merasa begitu trenyuh dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debu dari tubuh adikku. “Aku tidak peduli omongan siapa pun! Kamu adikku bagaimanapun juga! Kamu adalah adikku bagaimanapun penampilanmu,” kataku tercekat-cekat.

Dari sakunya dia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikan kepadaku, dan menjelaskan, “Kulihat semua gadis kota memakainya. Jadi, kupikir kamu pun harus memiliki satu.”

Aku tidak dapat menahan diri lagi. Aku menarik adikku dalam pelukanku dan menangis. Tahun itu, dia berusia 19. Aku 22.

Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti. Di mana-mana kelihatan bersih tidak seperti sebelumnya. Setelah pacarku pulang, aku menari bak gadis kecil di depan ibuku. “Bu, ibu tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!” Tapi katanya, sambil tersenyum, “Itu adikmu, yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu lihat luka ditangannya? Itu terluka akibat memasang kaca jendela baru itu.”

Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, ribuan jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan antiseptik ke lukanya dan membalutnya. “Apakah itu sakit?” tanyaku. Dia menggelengkan kepala.

“Tidak. Tidak sakit. Ini karena… Kamu tahu, ketika aku bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan di kakiku. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja, dan..” Di tengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata deras mengalir ke wajahku. Saat itu dia 23. Aku 26.

Setelah menikah, aku tinggal di kota. Berkali-kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka bilang, sekali meninggalkan desa, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku juga tidak setuju, “Kak, jagalah mertuamu saja. Aku akan menjaga ayah dan ibu di sini.”

Suamiku menjadi direktur di pabriknya. Kami menginginkan adikku menjadi manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut. Ia berkeras memulai pekerjaan sebagai tukang reparasi.

Suatu hari, ketika adikku berada di atas tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, dia terkena kejutan listrik dan harus masuk rumah sakit. Aku dan suamiku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, aku menggerutu, “Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak harus melakukan hal berbahaya yang berakibat seperti ini. Lihat kamu sekarang. Lukamu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?”

Dengan tampang serius di wajahnya, dia membela keputusannya, “Pikirkan kakak ipar. Dia baru saja menjadi direktur. Dan aku tidak berpendidikan. Jika aku menjadi manajer, cerita macam apa yang bakal berhembus?”

Mata suamiku dipenuhi air mata, dan keluar kata-kataku terpatah-patah, “Tapi kamu kurang pendidikan karena aku.”

“Mengapa membicarakan masa lalu?” kata adikku sembari menggenggam tanganku. Tahun itu, dia berusia 26. Aku 29.

Adikku berusia 30 tahun ketika dia menikahi seorang gadis petani dari desa itu. Pada acara pernikahannya, pembawa acara bertanya kepadanya, “Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?” Bahkan tanpa berpikir dia menjawab, “Kakakku!”

Dia melanjutkan dengan sebuah cerita yang bahkan tak dapat kuingat. “Ketika saya pergi sekolah saat SD yang ada di desa lain, saya dan kakak harus berjalan 2 jam untuk pergi ke sekolah. Suatu hari saya kehilangan satu sarung tangan. Kakak saya memberikan satu kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan selama itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetar karena cuaca yang begitu dingin, sampai-sampai dia tidak bisa memegang sumpitnya. Sejak hari itu saya bersumpah, selama saya masih hidup saya akan menjaga kakak dan akan selalu baik padanya.”

Tepuk tangan membanjiri ruangan itu dan semua orang memalingkan perhatian padaku. Bibirku terasa kelu. Kata-kata begitu susah kuucapkan, “Dalam hidupku, orang yang paling dalam terima kasihku adalah adikku.”

Dan dalam kesempatan paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti aliran sungai.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kamis, 02 Februari 2012

Jendela Rumah Sakit

Lama gak posting sesuatu rasanya kangen *lebai*... Kali ini aku ingin mencoba memberikan motivasi untuk diri sendiri & teman-teman semua yang baca blogku. Ini tipenya sama lah kaya' motivasi-motivasi sebelumnya *lewat cerita*. Langsung aja yooo di baca... hahaha :D
 
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ada dua orang pria, keduanya menderita sakit keras sedang dirawat di sebuah kamar rumah sakit. Seoang di antaranya menderita suatu penyakit yang mengharuskannya duduk di tempat tidur selama satu jam setiap sore untuk mengosongkan cairan di paru-parunya. Kebetulan tempat tidurnya berada tepat di sisi jendela satu-satunya yang ada di kamar itu. Sedangkan pria yang lain harus selalu berbaring lurus di atas punggungnya.

Setiap hari mereka saling bercakap-cakap selama berjam-jam. Mereka membicarakan istri dan keluarga, rumah, pekerjaan, keterlibatan mereka di ketentaraan, dan tempat-tempat yang pernah mereka kunjungi selama liburan.

Setiap sore, ketika pria yang tempat tidurnya berada dekat jendela diperbolehkan untuk duduk, ia menceritakan tentang apa yang terlihat di luar jendela kepada rekan sekamarnya. Selama satu jam itulah pria kedua merasa begitu senang dan bergairah membayangkan betapa luas luas dan indahnya semua kegiatan dan warna-warna indah yang ada di luar sana.

"Di luar jendela tampak sebuah taman dengan kolam yang indah. Itik dan angsa berenang-renang cantik, sedangkan anak-anak sedang bermain perahu-perahu mainan. Beberapa pasangan berjalan bergandengan di tengah taman yang dipenuhi dengan berbagai macam bunga berwarnakan pelangi. Sebuah pohon tua besar menghiasi taman itu. Jauh di atas sana terlihat kaki langit kota yang memesona. Suatu senja yang indah."

Pria pertama itu menceritakan kejadian di luar jendela dengan detil, sedangkan pria yang lain berbaring memejamkan mata membeyangkan semua keindahan pemandangan itu. Perasaannya menjadi lebih tenang, dalam menjalani kesehariannya di rumah sakit itu. Semangat hidupnya menjadi lebih kuat, prcaya diriny semakin bertambah.

Pada suatu sore yang lain, pria yang duduk di dekat jendela menceritakan tentang parade karnaval yang sedang melintas. Meski pria yang kedua tidak dapat mendengar suara parade itu, namun ia dapat melihatnya melalui pandangan mata pria pertama yang menggambarkan semua itu dengan kata-kata yang indah.

Begitulah seterusnya dari hari ke hari dan satu minggu pun berlalu...

Suatu pagi perawat membawa sebaskom air hangat untuk mandi. Ia mendapati ternyata pria yang berbaring di dekat jendela itu telah meninggal dunia dengan tenang dalam tidurnya. Perawat itu menjadi sedih lalu memanggil perawat lain untuk memindahkannya ke ruang jenazah. Kemudian pria yang kedua ini meminta pada perawat agar ia bisa dipindahkan ke tempat tidur di dekat jendela itu. Perawat itu menuruti permintaannya dengan senang hati dan mempersiapkan segala sesuatunya. Ketika semua selesai, ia meninggalkan pria tadi seorang diri di dalam kamar.

Dengan perlahan dan kesakitan, pria ini memaksakan dirinya untuk bangun. Ia ingin sekali melihat keindahan dunia luar melalui jendela itu. Betapa senangnya, akhirnya ia bisa melihat sendiri dan menikmati semua keindahan itu. Hatinya tegang, perlahan ia menjengukkan kepalanya ke samping tempat tidurnya. Apa yang dilihatnya? Ternyata jendela itu menghadap ke sebuah TEMBOK KOSONG.

Ia berseru memanggil perawat dan menanyakan apa yang membuat teman pria yang sudah wafat tadi bercerita seolah-olah melihat semua pemandangan yang luar biasa indah di balik jendela itu. Perawat itu menjawab bahwa sesungguhnya pria tadi adalah seorang yang buta bahkan tidak bisa melihat tembok sekalipun.

"Barangkali ia ingin memberimu semangat hidup." Kata perawat itu.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Renungan apa yang bisa teman-teman dapatkan dari cerita itu?
Renungan yang aku dapat:

~To be continued soon~

Minggu, 08 Januari 2012

:) SMILE :)

Korek api mempunyai kepala,
tapi tidak mempunyai otak,
oleh karena itu setiap kali ada gesekan kecil, sang korek api langsung terbakar.

Kita mempunyai kepala dan juga otak, jadi kita tidak perlu kebakaran jenggot hanya karena gesekan kecil. Jadi dengan menggunakan otak, kita dapat mengurangi stress.

Saudaraku,
Tahukah anda bahwa untuk setiap detik yang diluangkan dalam bentuk kemarahan, maka satu menit kebahagiaan telah terbuang?

Mari belajar untuk mengendalikan diri, karena ketika anda bekerja dengan emosi yang stabil, anda dapat menyikapi kehidupan dengan lebih arif dan bijaksana.

Semua yang dimulai dengan rasa marah akan berakhir dengan rasa malu dan menyesal.

Coba bayangkan,
Apakah bisa dengan maksimal bila anda bekerja dengan cemberut?

Coba ganti cemberut anda dengan senyum, pasti hasilnya akan berbeda.

S*M*I*L*E
,,,
(ˆ⌣ˆ )

☁ίί☁

Not Because
Everything
Is Fine ...

But (ˆ⌣ˆ)
Because when
we [ smile ],
everything is
going to Be
Fine ...

So ... Just smile :)
⌣·̵̭̌=D ·̵̭̌⌣

SMILE means...:

S...........See
M..........Miracle
I............In
L...........Life
E...........Everyday...(y).

Mari tersenYum... ;)

Minggu, 18 Desember 2011

Islamic Training 1 from KINI Tekkim ITS

Tanggal 17 dan 18 Desember ini, mahasiswa dan mahasiswi baru (maba) muslim di Teknik Kimia ITS menjalani serangkaian CSD keagamaan, salah satunya adalah Islamic Training (IT) 1. Kami diberi tugas membuat essay. Dan tanpa terduga essayku menjadi essay terbaik di kalangan akhwat. Namun sayang saat pengumuman aku tak ada di sana karena aku sakit di hari kedua sehingga tidak bisa hadir. Saat aku diberitahu bahwa essayku menjadi essay terbaik, aku terdiam dan berpikir "oh ya? padahal essayku lho aku kerjakan kira-kira 30 menit sebelum berangkat ke lokasi acara." Bisakah teman-teman membayangkan bagaimana amburadulnya? hehehe
Daripada penasaran, aku postingkan essayku aja langsung ya... Selamat membaca^^


BUNGA INDAH DI TENGAH PADANG PASIR
Aku adalah anak yang sebatang kara hidup sendiri di sini tanpa ayah dan ibu yang menemani. Sendiri mengarungi perjalanan hidup yang penuh cobaan yang tanpa henti terus menghalangi. Sedih, sepi, susah terus membayangi kehidupan yang kujalani, walaupun terkadang senang dan bangga sejenak menghampiri. Namun tiada ayah dan ibu yang bisa mengurangi keresahan ini dengan cara berbagi. Jangankan dalam kehidupan nyata, dalam mimpi pun rasanya hanya sebuah imajinasi. Mama, panggilan sayangku untuk ibuku, memang telah lama pergi menghadap Ilahi. Aku tak dapat berharap mama dapat kembali agar bisa ku ajak berbagi. Aku hanya bisa membaginya lewat tulisan-tulisan bermakna dalam buku diari. Sedangkan ayah, sibuk membanting tulang untuk mencari nafkah demi aku dan saudara-saudariku agar kami bisa bersekolah sampai tinggi. Namun, sedari kecilpun aku tak tinggal dengan ayah dan mama, jadi seakan aku tak pernah mendapat kasih sayang utuh dari mereka seperti yang teman-temanku rasakan selama ini. Walaupun terkadang rasa iri terus menyelimuti, namun inilah aku, sedikitpun tak pernah ada rasa benci. Aku justru bersyukur, dengan ini aku jadi mandiri. Dengan beasiswa aku sekolah selama ini, dengan beasiswa pula aku kuliah dan menghidupi diriku sendiri di sini. Ayahku tak perlu pusing mendanaiku di sini. Ya... Inilah sekelumit kisahku, seorang remaja putri dengan nama lengkap Firda Dwi Hartanti. Firda, adalah sapaanku sehari-hari. Aku adalah anak kedua dari empat bersaudara, semenjak mamaku pergi menghadap Ilahi, banyak tanggung jawab besar menghampiri. Alhamdulillah sekarang aku telah kuliah di Teknik Kimia ITS. Di sini aku menemukan motivator-motivator luar biasa yang sering memberiku motivasi sehingga aku terbebas dari semua rasa iri. Aku berharap dengan ini aku bisa sukses di dunia dan akhirat kelak nanti.

Beberapa hari lalu aku mendapat sebuah pesan singkat dari mentorku yang berisikan informasi adanya Islmic Training (IT) 1 yang diadakan pada tanggal 17 dan 18 Desember 2011 ini. Di dalam pesan itu juga terdapat sedikit motivasi yang membuatku tertarik mengikuti kegiatan ini. Tujuan sukses yang ku nanti bisa ku jalani setapak demi setapak diawali dari kegiatan ini. Hal itulah yang terbesit di benakku pertama kali sejak ku membaca pesan singkat itu. Aku ingin menambah motivasi-motivasi “keren” dalam diriku agar keimananku senantiasa bertambah dan tujuan suksesku dapat tercapai dengan sempurna. Semoga harapan-harapanku bisa tercapai melalui kegiatan-kegiatan yang aku pilih sebagai batu loncatanku menuju sukses, salah satunya adalah IT 1 ini.

Memang aku baru beberapa bulan kuliah di Teknik Kimia ITS ini, namun banyak hal utamanya ilmu-ilmu baru yang kudapatkan. Bukan hanya ilmu secara akademik, namun juga ilmu-ilmu kehidupan yang berarti. Salah satunya ku dapatkan melalui kajian mentoring yang diwadahi oleh Kajian Islam Nurul Ilmi (KINI). Walaupun kajian mentoring tidak dapat diadakan rutin tiap minggunya di kelompokku karena banyak halangan, namun beberapa kali kajian mentoring yang ku jalani beberapa waktu lalu sudah dapat mengubah beberapa kebiasaan “buruk” yang terkadang masih sering ku lakukan. Misalnya tindakan tidak menghargai waktu. Aku baru menyadarinya ketika dalam kajian sempat membahas efisiensi waktu. Betapa bersyukurnya aku, masih banyak jalan yang Allah berikan untuk mengingatkanku, salah satunya melalui kajian mentoring ini. Dahulu, ketika aku pertama kali masuk Teknik Kimia ITS dan mengetahui tentang KINI, aku sempat merasa takut. Bagaimana kalau di dalam organisasi ini terselip gerakan NII dan sebagainya yang justru akan menjerumuskanku? Pertanyaan itulah yang membuatku takut. Namun, seiring berjalannya waktu, aku tahu bahwa sebenarnya melalui wadah KINI inilah aku bisa mendapatkan beberapa pelajaran hidup yang begitu bermakna dan tak dapat terganti. Hal ini semacam bunga yang begitu indah di tengah padang pasir yang begitu tandus dan gersang. Walaupun mustahil dengan setangkai bunga padang pasir menjadi indah, namun aku akan berusaha menjadi bunga indah berikutnya hingga akhirnya banyak bunga indah lainnya yang membuat padang pasir tak tandus lagi dan menjadi taman bunga yang indah dan asri.

~SEKIAN~


Gak Jelas alias GJ banget kan? Alur ceritanya juga ke mana-mana... Tapi alhamdulillah bisa menjadi yang terbaik. Semoga sekelumit kisah di essayku dapat menjadi motivasi untuk teman-teman semua, see you next time^^

Rabu, 07 Desember 2011

MAWAR UNTUK IBU

Kali ini aku akan memberikan sedikit motivasi untuk semua yang membaca blog ini, ini adalah sebuah kisah yang diadaptasi dari “Rose for Mama”. Selamat membaca^^

MAWAR UNTUK IBU

Suatu hari seorang pria berhenti di toko bunga untuk memesan seikat karangan bunga yang akan dipaketkan pada sang ibu yang tinggal sejauh 250km darinya. Begitu keluar dari mobilnya ia melihat seorang gadis kecil berdiri di trotoar jalan sambil menangis tersedu-sedu. Pria itu menanyainya kenapa dan dijawab oleh gadis kecil itu, “Saya ingin membeli setangkai bunga mawar merah untuk ibu saya, tapi saya hanya mempunyai uang lima ratus saja, sedangkan harga mawar itu seribu”.


Pria itu tersenyum dan berkata, “Ayo ikut, aku akan membelikanmu bunga yang kau mau.” Kemudian ia membelikan gadis kecil itu setangkai bunga mawar merah, sekaligus memesan karangan bunga yang akan dikirim untuk ibunya.
Ketika selesai dan hendak pulang, ia menawarkan diri untuk mengantarkan gadis kecil itu pulang ke rumah. Gadis kecil itu melonjak gembira, katanya “Ya tentu saja. Maukah Anda mengantarkan ke tempat ibu saya?”


Kemudian mereka berdua menuju ke tempat yang ditunjukkan gadis kecil itu, yaitu PEMAKAMAN UMUM, di sana lalu gadis kecil itu meletakkan bunganya pada sebuah kuburan yang masih basah.


Melihat hal itu, hati pria itu menjadi trenyuh dan teringat sesuatu. Bergegas, ia kembali ke toko bunga tadi dan membatalkan kirimannya. Ia mengambil karangan bunga yang dipesannya dan mengendarai sendiri kendaraannya sejauh 250km menuju rumah ibunya.

Aku harap cerita ini bisa membuka hati teman-teman yang membacanya. Jangan sia-siakan kesempatan yang ada. Hanya itu yang bisa ku sampaikan, setidaknya sekadar tanyakan kabar ibumu bila kamu tak sempat mengunjunginya. Jangan sampai kamu menyesal di kemudian hari.

*Sekadar cerita + curhat*
Karena aku sejak umur 8 tahun sudah hidup tanpa mamaku, hanya serangkaian doa-doa yang bisa kuberikan, dan beberapa bait puisi yang kupendam dalam hati, lalu ingin kubacakan dalam mimpi ketika bertemu dengannya. Aku ingin mendengar ucapan-ucapan sayang seperti yang teman-temanku dapat dari ibu mereka. Aku juga ingin bermanja-manja seperti teman-temanku lakukan pada ibu mereka, Aku ingin banyak bercerita tentang kegiatanku seperti yang teman-temanku lakukan bersama ibu mereka. Namun aku tidak pernah menyesal atas semua yang telah terjadi, dan biarlah semuanya menjadi sebatas keinginan. Aku benar-benar bersyukur telah diberikan suatu pelajaran yang sangat berharga. Dan karena inilah, aku berjuang demi kehidupanku dan saudara-saudaraku agar menjadi lebih baik. Aku harus kuat, aku tidak mau menjadi seseorang yang cengeng. Akan ku buktikan, walaupun tanpa mama di sampingku, aku bisa lebih baik dari “mereka” yang bersaing bersamaku!

“Grades can get good or get bad, so what? Result can go up or fall down, it’s something that happens. Because everything has a time, so don’t worry. And when you fall down, just try again”^^

Rabu, 30 November 2011

Pertunjukan Akhir

Ini merupakan sedikit motivasi melalui cerita dan renungan untuk teman-teman yang membaca blogku. Semoga motivasi ini dapat membantu mengatasi persoalan-persoalan yang menghadang. Semangat Kawan^^ Lanjut....

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
PERTUNJUKAN AKHIR
 
Pada suatu hari seorang pemain sirkus memasuki hutan untuk mencari anak ular yang akan dilatih untuk bermain sirkus. Beberapa hari kemudian ia menemukan beberapa anak ular dan mulai melatihnya. Mula-mula anak ular itu dibelitkan pada kakinya, setelah ular itu menjadi besar, ular itu dilatih untuk melalukan atraksi yang lebih berbahaya, salah satunya adalah membelit tubuh pelatihnya.

Setelah berhasil melatih ular tersebut dengan baik, pemain sirkus itu mulai melakukan pertunjukan untuk umum. Hari demi hari jumlah penontonnya pun semakin banyak. Uang yang ia dapatkan juga semakin besar jumlahnya. Suatu hari pertunjukan akan segera dimulai. Atraksi demi atraksi silih berganti. Tepuk tangan dari penonton tak ada henti-hentinya menyambut setiap pertunjukan. Akhirnya tibalah pada acara yang mendebarkan, yaitu permainan ular. Pemain sirkus itu memerintahkan ularnya untuk membelit tubuhnya. Seperti biasa ular itu melakukan yang diperintahkan pelatihnya. Ia mulai melilitkan tubuhnya sedikit demi sedikit ke tubuh tuannya. Makin lama makin keras lilitannya, pemain sirkus itu pun kesakitan. Oleh karena itu ia memerintahkan ular tersebut untuk melepaskan lilitannya, tapi ia tidak taat. Sebaliknya, ia semakin liar dan lilitannya semakin kuat. Para penonton menjadi panik. Ketika terdengar suara jeritan yang memilukan dari pemain sirkus itu, dan akhirnya ia meninggal.

SELESAI
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Renungan:
Kadang-kadang dosa terlihat tidak membahayakan, kita merasa tidak terganggu dan dapat mengendalikannya. Bahkan kita merasa sudah terlatih untuk mengatasinya. Tetapi pada kenyataannya, ketika dosa tersebut telah melilit kehidupan kita, sukar melepaskan diri lagi darinya.

Senin, 21 November 2011

Tujuh Keajaiban Dunia?

Aku ingin berbagi sedikit motivasi aja buat semuanya yang sekiranya membaca blogku.
Motivasinya lewat cerita aja ya... Selamat membaca^^

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ada sekelompok siswa kelas geografi sedang mempelajari tentang "tujuh keajaiban dunia". Mereka ditugaskan untuk menuliskan tujuh keajaiban dunia yang ada di benak mereka. Walaupun terdapat beberapa ketidak-sesuaian, namun sebagian besar berisi:
  1. Piramida
  2. Taj Mahal
  3. Tembok Besar Cina
  4. Menara Pisa
  5. Kuil Angkor
  6. Menara Eiffel
  7. Kuil Perthenon
Ketika pengumpulan daftar pilihan, sang guru memperhatikan seorang pelajar, seorang gadis pendiam yang belum mengumpulkan kertas kerjanya. Jadi guru tersebut bertanya apakah ia memiliki kesulitan terhadap tugas tersebut.

Gadis pendiam itu menjawab, "ya, sedikit. Saya tidak bisa memilih karena saking banyaknya." Lalu sang guru menjawab, "baiklah, sebutkan kepada kami pendapat apa yang kamu miliki, dan mungkin kami bisa membantu memilihnya."

Gadis itu ragu sejenak, kemudian ia berkata, "saya pikir, tujuh keajaiban dunia adalah:
1. Bisa melihat
2. Bisa mendengar
3. Bisa menyentuh
4. Bisa menyayangi

Dia ragu lagi sebentar, lalu ia melanjutkan lagi

5. Bisa merasakan
6. Bisa tertawa
7. Dan bisa mencintai

Ruang kelas tersebut sunyi seketika, alangkah mudahnya bagi kita untuk melihat eksploitasi manusia dan menyebutnya "keajaiban". Sementara kita lihat lagi apa yang telah Tuhan karuniakan untuk kita, dan kita menyebutnya "biasa". Semoga hari ini Anda diingatkan dengan segala hal yang betul-betul ajaib dalam kehidupan kita.