Minggu, 06 Februari 2011

BAIT - BAIT PUISI DI ATAS KUBUR

Aku suka membaca buku-buku yang sifatnya "real" atau berasalkan dari kisah nyata. Karena aku lebih bisa mengambil hikmah dari sana. Aku kurang tertarik dengan bacaan yang sifatnya "fiksi" ya walaupun terkadang masih suka juga baca novel seperti "The Davinci Code" dan sebangsanya hehehe...
Nah, Semalam aku baca buku. Kalau menurutku sih isinya bagus. Lalu aku menemukan halaman dengan judul "Bait-Bait Puisi di atas Kubur". Rasanya agak "gimana gitu" dan agak susah menjelaskannya. supaya lebih jelas dan bisa merasakan sendiri, begini nih puisinya.. ๐Ÿ˜…
Sebelumnya biar ku jelaskan sedikit dulu...
Bait - Bait ini ditemukan di atas makam Imam Suhrawardi dan ini merupakan karya Beliau. (Dikutip dari buku "Berwisata ke Alam Arwah" karya Muhammad Ali Hasan al-Huli)

Katakan kepada sahabat - sahabatku yang melihatku mati,
Sehingga mereka bersedih dan menangisiku,
Jangan kau kira aku sudah mati, demi Allah, aku tidak mati
Aku adalah burung pipit, dan ini (kubur) adalah sangkarku
Aku terbang meninggalkan sangkar, sehingga ia kosong dalam penantian
Saat ini, aku mengharap kesempurnaan, yaitu bertemu Allah dengan kasat mata di sini
Malaikat mencabut roh dari jasad manusia agar mereka mengetahui kebenaran dengan nyata
Janganlah sakaratul maut membuatmu takut, ia hanyalah perpindahan dari alam ini
Unsur roh dalam diri kita adalah satu, begitu juga unsur jasad, juga satu
Ketika unsur itu baik, maka akan berdampak baik pada kita
Dan ketika ia buruk, maka ia akan berdampak buruk pula pada kita
Maka kasihanilah aku, karena sama saja engkau mengasihi dirimu sendiri
Dan ketahuilah bahwa engkau tidak ada bedanya dengan kami
Barangsiapa yang melihat aku hendaklah ia memperkuat jiwanya
Sungguh dunia ini hanyalah kebinasaan yang sudah berada di ujung tanduk
Camkan kata-kataku!
Karena ketundukan kepada Allah merupakan sesuatu yang sangat terpuji

Demikianlah bait-bait puisi di atas kubur itu... Sampai sekarang perasaan dalam hatiku tak bisa diungkapkan dengan kata-kata setelah membacanya #lebai hehehe
Semoga kita dapat belajar dari isi kandungan puisi tersebut^^

Sabtu, 05 Februari 2011

Let's Learn Korean Language!!! :D

Do you know? I wanna learn Korean language and I learn it by my self. But, until now I only can say simple words. I still can't make a sentence. It makes me upset. Although the fact like that, I still wanna share everything that I've learnt by myself with you, guys. So we can learn together and share information^^ (Though at June, 2010 I ever post something like this... Haha)

First, Let me write some numbers in Korean language^^ You can tell me if I write it incorrect, so I can learn it correctly^^

ํ•˜๋‚˜ = Hana = One
๋‘˜ = Dul = Two
์…‹ = Set = Three
๋„ท = Net = Four
๋‹ค์„ฏ = Daseot = Five
์—ฌ์„ฏ = Yeoseot = Six
์ผ๊ณฑ = Ilgob = Seven
์—ฌ๋Ÿ = Yeodeolb = Eight
์•„ํ™‰ = Ahob = Nine
์—ด = Yeol = Ten

And These are some simple words that I've learnt^^

์Šˆํผ ์ฃผ๋‹ˆ์–ด = Syupeo Junieo = Super Junior^^ (I'm an ELF^^ Haha)
์†Œ๋…€ ์„ธ๋Œ€ = Sonyeo sedae = Gir's Generation^^ (Just wanna write it... hehe)
์ •๋ง = Jeongmal = Really
์‚ฌ๋ž‘ํ•ด = Saranghae = I Love You
์ œ๋ฐœ = Jebal = Please
ํ–‰๋ณต = Haengbok = Happy
์•ˆ๋…•ํ•˜์„ธ์š” = Annyeonghaseyo = Hello
์•ˆ๋…• = Annyeong = Bye
๋ฏธ์•ˆ ํ•ด = Mianhae = Sorry
์ฃ„์†กํ•ฉ๋‹ˆ๋‹ค = Choisonghamnida = I'm sorry
๊ณ ๋งˆ์›Œ = Gomawo = Thanks
๊ฐ์‚ฌํ•ฉ๋‹ˆ๋‹ค = Kamsahamnida = Thank you
ํ•˜์ง€๋งŒ = Hajiman = But
๋‚จ์ž = Namja = Man
ํ•ธ์„ฌ = Haenseom = Handsome
์—ฌ์ž = Yeoja = Woman
์•„๋ฆ„๋‹ค์šด = Areumdaun = Beautiful
๊ดœ์ฐฎ์•„์š” = Gwaenchanh-ayo = Alright
๋ฐ”๋ณด = Babo = Stupid
์‹ซ์–ด = Silh-eo = Dislike
๋‚ด๊ฐ€ = Naega = I am
๋‹น์‹ ์€ = Dangsin-eun = You are
์•„์ €์”จ = Ajeossi = Uncle
์—„๋งˆ = Eomma = Mom
์–ด๋จธ๋‹ˆ = Eomeoni = Mother
์•„๋น  = Appa = Dad
์•„๋ฒ„์ง€ = Abeoji = Father
ํ• ์•„๋ฒ„์ง€ = Hal-abeoji = Grandfather
ํ• ๋จธ๋‹ˆ = Hal-meoni = Grandmother
์˜ค๋น  = Oppa = Older brother
๋ˆ„๋‚˜ = Nuna = Older sister
๋™์ƒ = Dongsaeng = Little brother
์—ฌ๋™์ƒ = Yeodongsaeng = Little sister
์นœ๊ตฌ = Chingu = Friend
์„ ์ƒ = Seonsaeng = Teacher
๋‚˜์œ = Nappeun = Bad
๋ญ = Mwo = What
์™œ = Wae = Why
๋ˆ = Don = Money
๋ง›์žˆ๋Š” = mas-issneun = Delicious
์‚ฌ๋žŒ = Saram = Person
๋ชฐ๋ผ = Molla = I don't know

Actually, I still wanna share the other words that I've learnt. But, I don't have enough time. Maybe later, I'll continue this post^^

Menuju Pers yang Ideal di Indonesia

Bicara mengenai Pers Ideal, berarti di awal mencoba memahami dulu pers dan idealisme pers.
Era dulu pra kemerdekaan, rejim Orde Lama, dan Rejim Orde Baru, pers diasumsikan merupakan alat perjuangan yang selalu dikait-kaitkan dengan pergerakan dan revolusi.
Pada definisi Pers yang dimaktubkan dalam UU Pokok Pers; Pers adalah lembaga kemasyarakatan alat evolusi yang mempunyai karya sebagai salah satu media komunikasi massa yang bersifat umum berupa penerbitan yang teratur waktu terbitnya diperlengkapi dengan alat-alat milik sendiri berupa percetakan, alat-alat foto, klise, mesin-mesin stensil atau alat-alat teknik lainnya. (Bab I, Pasal 1 ayat (1) UU 11/1966).
Akan halnya definisi Pers yang dimaktubkan dalam UU Pers; Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia. (Bab I, Pasal 1 ayat (1) UU 40/1999).
Yang paling mencolok ada di pasal berikutnya terkait fungsi pers. UU 40/1999 menyampirkan unsur ‘Lembaga Ekonomi’ sebagai fungsi pers. Di sinilah perbedaan signifikan yang menjadikan pers Indonesia memasuki babak baru yang mencengangkan. Pers adalah Lembaga Ekonomi artinya pers bisa dijadikan sebagai ‘mesin uang’.
Dulu, bos-bos media adalah orang yang berkuasa. Berkuasa karena memiliki akses dan wewenang terhadap lembaga pers. Sekarang, bos-bos media menjadi jauh lebih berkuasa lagi. Selain ihwal kontrol pribadinya terhadap lembaga pers, bos media bisa dipastikan sebagai orang kaya. Atau, orang kaya bisa menjadi bertambah berkuasa dengan membeli atau membuat lembaga pers.
Jadi, Idealisme Pers mutlak diperlukan untuk memastikan pers ‘lurus’ dalam menunaikan tugasnya. Idealisme Pers selalu berasosiasi dan beriring dengan kepentingan masyarakat. Dalam konteks demokrasi, pers bahkan diletakkan sebagai Pilar Keempat yang disetarakan dengan eksekutif, yudikatif, dan legislatif. Fungsinya? Pers disebut sebagai anjing penjaga demokrasi. Jadi, pers hanya tunduk dan berpihak kepada masyarakat semata.
Tapi, seiring pengakuan Undang-Undang terhadap kelembagaekonomian fungsi pers, ternyata fungsi ini yang paling cepat mengemuka. Pers adalah sebuah bisnis yang menggiurkan. Bagaimana tidak, kekuasaan diperoleh, ‘duit’ pun mengalir deras.
Apalagi, instrumen-instrumen ‘garansi’ eksistensi pers seperti Surat Izin Terbit (SIT) dan Surat Izin Penerbitan Pers (SIUPP) dihapuskan sedemikian rupa sehingga satu-satunya penghadang keberlanjutan eksistensi pers adalah ‘duit’. Ada ‘duit’ pers hidup, tak ada ‘duit’ pers mati.
Duit berurusan dengan bisnis dan sumbu kekuasaan. Jika mampu mengemas lembaga pers sebagai komoditi bisnis yang laku keras, maka persnya akan hidup makmur. Atau pilihannya adalah merapat ke sumbu kekuasaan, persnya seperti mendapat jaminan hidup.
Idealisme Pers jadi buram, pemaknaannya jadi bias dan multi-interpretatif. Pers Indonesia disebut sudah ‘bablas’ tak terkontrol dari harapan saat kebebasan pers dicanangkan pasca-reformasi. Siapa saja yang gerah dengan kondisi ini? Nampaknya semua pihak mengaku-ngaku gerah. Pejabat, pengusaha, masyarakat dan persnya sendiri mengaku gerah.
Menurut saya wartawan adalah sebuah profesi. Artinya wartawan harus menempa dirinya sebaik-baiknya untuk dapat memperoleh status ‘Profesional’.
Profesional artinya secara ‘skill’ harus memperoleh predikat ‘mumpuni’ dan secara etika harus memperoleh predikat baik dalam komunitas profesinya. ‘Skill’ dan etika tersebut yang menjadi ‘garis batas’ untuk menjamin bahwa dalam menjalani profesi ini dia adalah seorang wartawan yang ber-skill ‘mumpuni’ dan wartawan yang baik. Wartawan Profesional.
Tapi faktanya, instrumen yang dibutuhkan untuk melembagakan aktivitas kewartawanan menjadi sebuah Profesi Wartawan memang belum cukup. Sampai saat ini, belum ada standar kompetensi kewartawanan di Indonesia. Juga halnya Standar Kompetensi Perusahaan Pers di Indonesia. Kondisi ini menurut penulis adalah kata kunci sebagai ‘pembablas’ kebebasan pers Indonesia.
Sudah di satu pihak tak ada lagi lembaga dan instrumen kontrol yang diberi hak oleh UU untuk menjamin lembaga pers dan wartawannya menjalankan aktivitasnya dengan profesional, kilau kekuasaan dan uang dalam bisnis pers semakin membuat pers berada di bibir jurang yang berbeda dengan kepentingan masyarakat sebagai satu-satunya pihak yang seharusnya dipatuhi pers.
Simpulan saya, harus ada instrumen normatif dan positif soal standar kompetensi wartawan dan perusahaan pers di Indonesia, maka bablas kebebasan pers ini baru bisa ditekan. Dengan penjagaan legal-formal terhadap penunaian idealisme pers oleh insan pers maka kebebasan pers baru dapat diterima masyarakat dengan baik.

Oleh: FIRDA HARTANTI

Sabtu, 29 Januari 2011

Save Energy, Save Earth

Did you know, our earth is in danger with global warming and the other problems. Because of that, many people try to anticipate it. And when I found Super Junior "Save Energy" song, I feel excited with it. *Just info, actually 2PM also ever sing this song with their own style*. I hope we can do the steps on the lyrics too. I want to share the lyrics with you too... Let's do it together^^ Here is the lyrics and the translation^^


์—๋„ˆ์ง€์†ก
Eneojisong

Save Energy, Save Energy
Save Energy, Save Earth

* ๋‚ ๋”ฐ๋ผํ•ด๋ด์š” Save e-ner-gy
* nal ttara haebwayo Save e-ner-gy
๋”์ด์ƒ๋ชจ๋ฅธ์ฒ™ํ•˜๋ฉด์•ˆ๋ผ์š”. ๊ทธ๋Œ€
deo isang moreun cheokhamyeon andwaeyo. geudae
๋‚œ๋„ˆ๋ฌด์•„ํŒŒ์š” Save Earth, Save Earth
nan neomu apayo Save Earth, Save Earth
์กฐ๊ทธ๋งŒ์ผ๋“ค๋ถ€ํ„ฐ์‹œ์ž‘ํ•ด
jogeuman ildeulbuteo sijakhae

(One!) ์“ฐ์ง€์•Š๋Š”์ปดํ“จํ„ฐ๋Š”์ผœ๋†“์ง€๋งˆ์š”
(One!) sseuji annneun keompyuteoneun kyeo nochimayo
์—๋„ˆ์ง€๊ฐ€์ƒˆ๊ณ ์žˆ์–ด์š”
eneojiga saego isseoyo

(Two!) ์™ธ์ถœํ• ๋•๋Œ€์ค‘๊ตํ†ต์ด์šฉํ•ด๋ด์š”
(Two!) oechulhal ttaen daejunggyotong iyonghae bwayo
์šฐ๋ฆฌ์ง€๊ตฌ๋ฅผ์ƒ๊ฐํ•ด์š”
uri jigureul saenggakhaeyo

* ๋‚ ๋”ฐ๋ผํ•ด๋ด์š” Save e-ner-gy
* nal ttara haebwayo Save e-ner-gy
๋”์ด์ƒ๋ชจ๋ฅธ์ฒ™ํ•˜๋ฉด์•ˆ๋ผ์š”. ๊ทธ๋Œ€
deo isang moreun cheokhamyeon andwaeyo. geudae
๋‚œ๋„ˆ๋ฌด์•„ํŒŒ์š” Save Earth, Save Earth
nan neomu apayo Save Earth, Save Earth

์—๋„ˆ์ง€์ ˆ์•ฝ์ด์ œ์‹œ์ž‘ํ•ด
eneoji jeollyak ije sijakhae

==== TRANSLATE=====

Energy Song

Save Energy, Save Energy
Save Energy, Save Earth

Try and follow me, save e-ner-gy
Don’t act like you don’t know anymore
It’s hurtful Save Earth, Save Earth
Start with the little things

(One!) Don’t leave your unused computer on
Energy is leaking

(Two!)Use public transportation when going out
Think about our Earth

Try and follow me, save e-ner-gy
Don’t act like you don’t know anymore
It’s hurtful Save Earth, Save Earth

Save energy starting now

Rabu, 26 Januari 2011

You Don't Know

Nobody knows me
Yet everyone knows my name
Some people judge me
Not knowing that I'm the same

Thanks for the offer
But I keep my old friends always
But then I get lonely
Counting the endless days

Are you here for me at all?
Do you care for me at all?
Well, this time now I know
I ain't standing alone no more

Cause all I want is love
Someone who can share the pain I feel
And the eyes that stare
Won't stare at me no more
Cause all I need is time
Time for me to open up and show
The person I am
The person you think you know
But you don't know

Some heartfelt emotion
Creeping from deep inside
Cause being this person
Is all I've got left to hide

Were you here from me at all?
Did you care for me at all?
Last time I was told
I ain't standing alone no more

All I need is love
Someone who can share the pain I feel
And the eyes that stare
Won't stare at me no more
And all I need is time
Time for me to open up and show
The person I am
The person you don't know
You don't know...
You don't know...
You don't know...