Kamis, 05 Juli 2012

Cinta & Waktu

Iseng-iseng bikin cerita, eh... Kok GJ (baca: Gak Jelas) plus ruwet alurnya ke mana-mana ya? Tapi sayang klo cuma kusimpen sendiri, pasti gak ada perubahan. Makanya, aku kepingin berbagi cerita fiktif belaka yang GJ ini supaya bisa dapat komentar dan saran-saran gitu biar cerita ini bisa jadi lebih baik... hehehe *berharap* Selamat membaca dan memberikan tanggapan^^


CINTA DAN WAKTU
Pada suatu zaman, di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda-benda abstrak. Ada Cinta, Kesedihan, Kekayaan, Kegembiraan, Kesedihan, Kecantikan, dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan baik.
Namun, pada suatu ketika, badai datang menghempas pulau kecil tersebut dan air laut tiba-tiba naik perlahan-lahan seakan ingin menenggelamkan pulau kecil tersebut. Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha untuk menyelamatkan diri masing-masing. Cinta sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tidak mempunyai perahu untuk menyelamatkan dirinya. Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan. Sementara itu, air laut semakin naik membasahi kaki Cinta.
Tak lama kemudian, Cinta melihat Kekayaan sedang mendayung perahunya. “Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!”, teriak Cinta. “Aduh, maaf Cinta!”, kata Kekayaan, “perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tak dapat membawamu ikut serta, nanti perahu ini akan tenggelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini.”
Lalu Kekayaan cepat-cepat mendayung perahunya pergi. Cinta sedih sekali, namun beberapa saat kemudian dilihatnya Kegembiraan lewat dengan perahunya. “Kegembiraan! Kegembiraan! Tolong aku!”, teriak Cinta. Namun Kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu untuk menyelamatkan dirinya sehingga ia tak mendengar teriakan Cinta.
Air laut semakin tinggi membasahi Cinta sampai ke pinggang dan Cinta semakin panik. Tak lama kemudian, lewatlah Kecantikan. “Kecantikan! Bawalah aku bersamamu!”, teriak Cinta. “Wah, Cinta, kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu ikut bersamaku. Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini.”, sahut Kecantikan.
Cinta sedih sekali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak-isak. Saat itu lewatlah Kesedihan. “Oh, Kesedihan, bawalah aku bersamamu...”, kata Cinta. “Maaf, Cinta. Aku sedang sngat sedih dan aku ingin sendirian saja...”, kata Kesedihan sambil terus mendayung perahunya. Cinta akhirnya putus asa. Ia merasakan air laut semakin naik dan akan menenggelamkannya. Pada saat kritis itulah, tiba-tiba terdengar suara, “Cinta! Mari cepat naik ke perahuku!” Cinta menoleh ke arah suara itu dan melihat seseorang yang sudah tua sedang mendayung perahunya menuju ke arahnya. Cepat-cepat Cinta naik ke perahu itu, tepat sebelum air laut menenggelamkannya.
Di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan Cinta dan tanpa berkata apapun, orang tua tersebut segera pergi lagi. Pada saat itu barulah Cinta sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua yang menyelamatkannya itu. Cinta segera menanyakannya kepada seorang penduduk yang sudah tua pula di pulau tersebut, siapa sebenarnya orang tua yang sudah menyelamatkannya itu. “Oh, maksudmu orang tua tadi yang menyelamatkanmu? Dia adalah Waktu.”, kata orang tua itu. “Tapi mengapa ia menyelamatkanku? Apa alasannya? Aku tak pernah mengenalnya. Bahkan teman-teman yang tinggal bersamaku dan mengenalku dengan baik saja enggan menolongku.”, tanya Cinta heran. “Sebab,” kata orang tua itu mencoba menjawab pertanyaan Cinta, “hanya Waktu lah yang tahu berapa nilai sesungghnya dari Cinta itu...”, lanjutnya, “Manusia hidup, lalu menderita, kemudian meninggal dunia. Satu-satunya hal yang tetap bertahan adalah Cinta.”
Cinta akhirnya tahu tentang orang tua yang menyelamatkannya itu, tapi ia masih kurang puas dengan jawaban orang tua yang ditanyainya itu. Kemudian ia betanya dengan orang lain yang lebih muda dan menanyainya. Orang yang lebih muda itu justru menjawab, “ Jika Anda memiliki hati yang tulus, penuh penghargaan, serta gembira atas kebaikan yang dicapai oleh orang lain, maka tak ada yang akan Anda berikan pada mereka selain pujian dan jabat tangan selamat yang meninggikan kepercayaan. Tak ada pula rintangan bagi Anda untuk turut larut merayakan keberhasilan mereka. Itulah ketulusan yang disebut Cinta.”
Cinta semakin bingung dan bertanya, “Sebenarnya apa maksud dari semua ini?” Orang itu menjawab, “ Hati yang jernih, penuh dengan kasih sayang, tak perlu disembunyikan. Ia akan memancarkan kecantikannya, dan hanya Waktu yang tahu makna dari semua ini. Oleh karenanya, ia menyelamatkanmu.”
Akhirnya Cinta mengerti mengapa orang tua tadi, Waktu, menyelamatkannya ketika ia hampir tenggelam. Dan ia berjanji akan terus memelihara dan berbagi kasih sayang yang dianugerahkan kepadanya untuk selamanya.
SELESAI

Kamis, 21 Juni 2012

Kata Bijak Hari Ini

*************************************
Saya telah mempelajari kehidupan pria-pria besar dan wanita-wanita terkenal, dan saya menemukan bahwa mereka yang mencapai puncak keberhasilan adalah mereka yang melakukan pekerjaan-pekerjaan yang ada di hadapan mereka dengan segenap tenaga, semangat, dan kerja keras.
(Harry S. Truman)
*************************************
Urusan kita di kehidupan ini bukanlah untuk mendahului orang lain, tetapi untuk melampaui diri kita sendiri, untuk memecahkan rekor diri kita sendiri, dan untuk melampaui hari kemarin dengan hari ini.
(Stuart B. Johnson)
*************************************
Sebagian orang mengatakan bahwa kesempatan hanya datang satu kali, itu tidak benar. Kesempatan itu selalu datang, tetapi Anda harus siap menanggapinya.
(Louis L'amour)
*************************************

Rabu, 20 Juni 2012

WISHDOM OF THE DAY

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Manusia yang paling lemah adalah orang yang tidak mampu mencari teman
Namun yang lebih lemah dari itu ialah orang yang mendapatkan banyak teman tetapi menyia-nyiakannya
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Jika Anda membuat seseorang bahagia hari ini,
Anda juga membuat dia berbahagia dua puluh tahun lagi,
Saat ia mengenang peristiwa hari ini^^
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Sahabat paling baik dari kebenaran adalah waktu,
Musuhnya yang paling besar adalah prasangka,
dan Pengiringnya yang paling setia adalah kerendahan hati :)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Paku

Aku kepingin aktif nulis di blog lagi nih... Tapi daripada bosa-basi nulis gak jelas, aku kepingin nulis motivasi lagi nih... Apa lebih pantes dibilang inspirasi memperbaiki sifat dan sikap ya? hehe *mungkin bagian "memperbaiki sifat dan sikap" cuma khusus buat aku aja... hehe* Kalo lewat cerita lagi, gak bosen kan? Cerita ini sebenarnya terinspirasi dari sebuah postingan teman saya di sebuah grup di jejaring sosial *gak boleh sebut merek... hehe* yang banyak orang gak suka karena kata mereka, kata-katanya "menusuk"... hehehe... Kali ini, judulnya mungkin kurang menarik, tapi semoga pesan di dalam cerita ini bisa tersampaikan dan tersalurkan dengan baik... Selamat membaca^^

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
 PAKU

Pada suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang pemarah. Sebut saja namanya Radit *Bukan nama sebenarnya... hehe*. Untuk mengurangi kebiasaan Radit yang sering dan suka marah, ayahnya memberinya sekantong paku dan menyuruhnya memakukan satu paku ke pagar belakang rumahnya setiap kali dia marah.

Hari pertama, Radit berhasil memakukan 51 paku di pagar belakang rumah *kebayang gak? Sehari marah 51 kali? WOW*. Lalu secara bertahap, jumlah itu semakin berkurang tiap harinya. Ternyata dia mendapati bahwa menahan amarahnya lebih mudah daripada memakukan paku ke pagar.

Akhirnya tibalah hari ketika Radit bisa mengendalikan amarahnya dan tidak mudah kehilangan kesabarannya. Kemudian Radit memberitahukan hal tersebut kepada ayahnya. Dan ayahnya mengusulkan kepadanya untuk mencabuti paku di pagar belakang rumahnya satu per satu ketika dia tidak marah dan bisa mengendalikan emosinya.

Hari demi hari berlalu, dan akhirnya Radit memberitahukan kepada ayahnya bahwa semua paku yang tertancap di pagar telah berhasil dicabut olehnya. Radit terlihat bangga dan bahagia. Lalu sang ayah menuntunnya menuju pagar belakang rumahnya dan berkata, "Hmmm... Kamu telah berhasil dengan baik anakku, tapi lihatlah lubang-lubang di pagar ini. Pagar ini sudah tidak mungkin bisa kembali seperti sebelumnya. Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan, kata-katamu meninggalkan bekas seperti lubang-lubang ini... Di hati orang lain."

"Kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang lalu mencabutnya. Tetapi tidak peduli beberapa kali kamu meminta maaf, luka itu akan tetap ada... Dan luka karena kata-kata, sama buruknya seperti kau menyebabkan luka fisik yang tidak pernah bisa hilang."

THE END
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kira-kira, teman-teman bisa menangkap isinya? Semoga kita bisa menjaga perkataan dan perbuatan kita agar kita tidak meninggalkan "lubang-lubang" di hati orang-orang yang menyayangi kita...^^

Selasa, 19 Juni 2012

Sang Juara

Udah lumayan lama gak posting di blog, jadi agak kagok rasanya mulai nulis lagi... hehehe... Kali ini aku ingin membagi motivasi buat teman-teman yang sekiranya mampir ke blogku. Aku mau berbagi motivasi ini seperti biiasanya, melalui cerita. Sebenernya, cerita ini merupakan kisah yang pernah kualami, tapi sudah tervisualisasikan dengan bahasa dan kondisi / situasi lain yang mungkin akan lebih menarik. Namun intinya tetap sama. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi semua yang membacanya dan motivasi yang saya berikan dapat tersampaikan dengan sempurna *hehehe*... Happy reading^^

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ 
SANG JUARA

Suatu ketika ada seorang anak yang mengikuti lomba mobil balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab hari itu merupakan pertandingan final. Tersisa 4 orang sekarang, mereka memamerkan mobil mainan yang mereka miliki. Semuanya adalah mobil buatan tangan mereka sendiri dan memang begitulah peraturannya.

Ada seorang anak bernama Radit. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Raditlah yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya.

Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip di atasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun Radit bangga dengan semua itu, karena mobil itu buatan tangannya sendiri.

Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. Setiap anak bersiap di garis start untuk mendorong mobil mereka kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil dengan 4 "pembalap" kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah di antaranya.

Namun, sesaat kemudian, Radit meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak sedang berkomat-kamit seperti sedang berdoa. Matanya terpejam dengan tangan tertelungkup memanjatkan doa. Semenit kemudian ia berkata, "Ya, aku siap!"

Dor! *Bunyi mirip suara tembak* Tanda pertandingan telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil pun melaju dengan cepat. Semua orang bersorak sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing. "Ayo...! Ayo...! Cepat...! Cepat...! Maju...!", begitu teriak mereka. Dan tibalah saat penentuan pemenang. Tali lintasan finish pun telah terlambai. Dan pemenangnya adalah Radit. Ya, semuanya senang, begitu pula dengan Radit. Ia berucap, dan berkomat-kamit lagi, "Terima kasih".

Saat pembagian piala juara, Radit maju ke atas panggung dengan bangga. Sebelum piala diserahkan, ketua panitia bertanya, "Hei, Jagoan. Tadi kamu pasti berdoa kepada Tuhan agar kamu menang perlombaan, bukan?" Radit terdiam. "Bukan, bukan itu Pak yang saya panjatkan", kata Radit.

Ia lalu melanjutkan, "Sepertinya tak adil untuk meminta kepada Tuhan agar menolongku mengalahkan orang lain. Aku hanya memohon kepada Tuhan, supaya aku tak menangis, ketika aku kalah." Semua hadirin terdiam mendengar perkataan Radit. Setelah beberapa saat, terdengar gemuruh tepuk tangan memenuhi ruangan.

THE END
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kira-kira, renungan atau motivasi apa yang dapat teman-teman ambil dari cerita ini? Kalau ada kesempatan yang lebih baik, akan aku tuliskan renungan dan motivasi yang seharusnya kita pikirkan. Terima kasih^^